Postingan

FEATURE; Gagal Sebagai Wisudawan, Lahir Menjadi Seniman

Gambar
TERSENYUM: Febri Dwi Permana Putri (22), foto bersama rekan-rekan Komunitas Sukowati Obah di Universitas Sebelas Maret Surakarta, seusai menari dalam rangka Genius in UNS, Desember 2017.   

Resensi; Penyelonong

Gambar
  (Potret buku ini saya ambil dari internet. Sebab buku yang saya baca telah usai dan kembali mendekam di Arpusda Kab. Sragen) Judul asli                     : Tjoek Judul terjemah            : Cuk Pengarang                   : Vincent Mahieu Penerbit asli                : Uitgeverij Tong Tong, Den Haag Penerjemah                : H.B. Jassin Percetakan                  : Sapdodadi Penerbit                      : Djambatan, Jakarta Tahun terbit ...

Membaca Langkah Fiersa 1

Gambar
Sumber gambar: Google    Judul buku     : Arah Langkah Penulis             : Fiersa Besari Penerbit          : Mediakita Jumlah hlm      : iv + 300 Tahun terbit   : 2018 ISBN                 : 978-979-794-561-9             “Sejauh apa pun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah.”

Yang Diam Yang Bergejolak

Gambar
Sebagai salah seorang mahasiswi yang gagal kuliah di jurusan seni, bukan berarti harus “rela” mengubur hidup-hidup keinginan diri untuk terus menggali potensi. Ya, solusi dari sekian banyak plan yang akhirnya harus kutebus dengan langkah mungil sambil perlahan menghidupi hobi yang semakin hari kian menghuni setiap organ dalam diri. Asyek!

Berliterasi Melalui Novel dan Puisi

                Sebagaimana yang dikatakan Kuntowijoyo bahwa rumus menulis ada tiga; menulis, menulis dan menulis. Sedangkan pepatah mengatakan bahwa membaca adalah jendela dunia. Maka orang yang gemar menulis dan membaca, mampu menggerakkan proses berkreativitas dengan mengasah ide serta pemikiran mereka untuk terus membaca dan menulis.                 Dua hal ini memang tak luput untuk menumbuhkan ide gagasan yang kemudian saling berkolaborasi sebagai wujud implementasi ilmu dan pengetahuan. Maka dengan membudayakan membaca dan menulis di berbagai kalangan, diharapkan mampu menjadi penunjang dalam memajukan Indonesia yang cerdas.

Bukan Keputusa(saa)n

Kembali kuletakkan handphoneku dan mulai menyantap makanan yang dihidangkan adikku malam ini. Menggelar tikar untuk sekadar mencari tempat nyaman untuk meletakkan buku-buku yang sama sekali tak membuatku bergairah untuk membacanya. Membuka laptop lalu mulai melanjutkan tugas tanpa tahu apa yang kemudian akan aku lakukan samba masih memandang layar dengan tatapan lesu.

Izinkan Aku Menulis Lagi

Gambar
Apa kabar kesunyian?!  Masihkah kau menungguku untuk menungganggi waktu menyambut Minggu pagi ini? Tanpa ingin berkata mengapa manusia harus bekerja dan meninggalkan anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Atau mengapa perempuan harus pandai mengurus rumah, merawat adik-adiknya, serta mengatur jadwal kemana ia harus memprioritaskan yang lebih penting ketika dewasa. Atau hal lain seperti; mengapa diusia tua, orang tua seperti kembali ke masa balita. Saat di mana mereka kembali membutuhkan perhatian lebih meskipun hanya sekedar membantunya membuatkan secangkir teh hangat. Atau hal paling rawan kusebutkan, mengapa banyak orang yang selalu saja membicarakan cinta.